Inilah Prediksi Ekonomi Indonesia di Tahun 2021

Melalui referensi dari situs liputan6.com, kami menemukan banyak sekali berbagai berita menarik dalam dunia bisnis. Salah satunya yang kami pilih mengenai Prediksi Ekonomi Indonesia di tahun 2021 mendatang. Sudah hampir mendekati 1 tahun pandemi dari Covid-19 ini menyebar sangat luas di Indonesia, dan selama itu juga banyak sekali dampak yang bisa ditimbulkan. Umumnya akan dimulai dari bidang Kesehatan, lalu merujuk pada dunia Sosial, dan berujung pada tingkat perekonomian yang semakin minim saja di Indonesia. Nah pada kuartal II di dalam dunia perekonomian, mulai tumbuh angka minus sebesar 5,32% dan untuk Kuartal III sudah minus di angka 3,4% saja. Dan itu cukup signifikan sekali. 

Indonesia sendiri sudah masuk langsung ke dalam jurang Resesi ( yang namanya Intervensi pemerintah demi menangani Resesi Ekonomi ini sangat penting ya ). Walau begitu, banyak sudah dari berbagai pihak yang memang optimis dan juga bisa memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2021 juga sudah mulai membaik, seiring dengan berjalannya pemulihan dari berbagai sektor yang ada. 

Berikut ini, adalah beberapa uraian kembali yang menyangkut atas prediksi ekonomi Indonesia di tahun 2021 mendatang. Seperti apa si posisi perekonomian kita nantinya dalam dunia bisnis ? 

 

Prediksi Perekonomian dari Bisnis Bank Dunia 

World Bank sudah kembali menjalani proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini, dan sudah mendapatkan minus sebesar 2,2%. Sementara itu, untuk tahun 2021 World Bank ini sendiri memperkirakan ekonomi Indonesia sebesar 3,1% dan angka ini dinilai jauh lebih rendah dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya senilai 4,7%. Disini Kepala Ekonomi World Bank bagi Indonesia yakni Ralph Van Doorn sudah menjelaskan, adanya sebuah koreksi dalam mencerminkan pemulihan yang jauh lebih lambat dari perkiraan untuk kuartal III dan untuk sebagiannya lagi pada kuartal IV yang diakibatkan pada pembatasan sosial dan juga meningkatnya kasus Covid-19 ini. 

Dirinya juga mengatakan bahwa : proyeksi di tahun 2020 ini memang sudah diestimasikan pada sedikit resesi. Tapi tetap ada perubahan di tahun 2021 yakni dengan tumbuh 4,4% bagi PDB RIIL dan 5,5% bagi Government Budget Balance ( Kamis, 17-12-2020 ). Walau begitu, World Bank telah mencatatkan adanya ekonomi Indonesia di tahun 2021 akan membaik dan perlahan-lahan akan menguat di tahun berikutnya. Hal ini telah didasari oleh pembukaan ekonomi tahun depan yang akan diikuti oleh pembukaan lebih lanjut serta, dilonggarkannya pada aturan pembatasan sosial sepanjang tahun 2022 mendatang. 

World Bank juga sudah membuat perkiraan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun depan dan akan berada di angka 4,4% yang berarti secara umum, akan didorong oleh adanya pemulihan konsumsi swasta. Dan semua juga seiring dengan longgarnya dari pembatasan sosial itu sendiri. Dan disisi lain juga, hilangnya pendapatan rumah tangga tetap saja rendah akibat adanya hasil pasar tenaga kerja jauh lebih baik dan juga atas bantuan sosial yang telah memadai. 

 

Prediksi Perekonomian untuk Bank Indonesia 

BI selaku Bank Indonesia telah memperkirakan atas pertumbuhan ekonomi Kuartal IV tahun 2020 dan sudah berada pada kisaran -1 sampai -2% saja. Dan hal ini sudah merujuk pada perbaikan pertumbuhan ekonomi domestik dan diperkirakan terus saja berlangsung secara bertahap dan akan meningkat di tahun 2021 mendatang. Menurut Gubernur BI yang bernama Perry Warjiyo dalam sebuah video Konferensi Hasil Rapat Dewan Gubernur Kamis 17-12-2020 kemarin ini, menyatakan adanya perkembangan yang terindikasi langsung pada keberlanjutan kinerja yang sudah pasti positif pada sejumlah Indikator di bulan November tahun 2020. 

Indikator lainnya berupa peningkatan Mobilitas Masyarakat di beberapa kawasan , lalu berlanjut pada perbaikan PMI Manufaktur yang ada sampai dengan menguatnya keyakinan pada ekspektasi konsumen terhadap penghasilan – ketersediaan lapangan kerja dan juga adanya kegiatan usaha. Dan dari keadaan tersebut, pertumbuhan ekonomi di Indonesia ini sudah diperkirakan positif pada Triwulan IV 2020 dan juga pada Kisaran -1 sampai -2% di tahun 2020. Dan selanjutnya Perry Wijayanto juga mengatakan atas meningkatnya pada kisaran 4,8% sampai 5,8% tahun 2021 mendatang. 

Selanjutnya, Bank Indonesia juga akan terus memperkuat adanya sinergi dengan pemerintah dan juga Otoritas terkait dalam menempuh langkah-langkah kebijakan yang ditempuh bisa semakin efektif lagi dalam mendorong angka pertumbuhan ekonomi. Prospek dari perekonomian domestik yang membaik juga akan didukung oleh berbagai macam langkah kebijakan yang memang diarahkan untuk mendorong adanya pembukaan sektor-sektor produktif dan juga akan aman secara nasional sampai dengan masing-masing kawasan yang ada. 

 

Prediksi Perekonomian untuk LIPI

LIPI Sudah memprediksi akan adanya masa dari pertumbuhan ekonomi Nasional yang mana bisa saja bergerak menuju perbaikan di tahun berikutnya. Namun untuk sebuah perbaikan perekonomian ini akan bergantung langsung pada kecepatan pemerintah dalam melakukan program Vaksinasi secara Nasional. Kepala Puslit Ekonomi yang bernama Agus Eko Nugroho menuturkan langsung keberadaan pada vaksin dan juga program vaksinasi Nasional yang akan mendorong adanya ekspektasi sektor konsumsi. Dirinya juga telah membuat beberapa Simulasi pada pertumbuhan produk domestik bruto di tahun 2021 nanti. 

Jika proses pada vaksinasi sudah mencapai angka 50% di tahun 2021, maka bisa dikatakan PDB dipersikdi akan mengalami pertumbuhan sebesar 3,21% hingga 3,7%. Sedangkan Vaksinasi nanti sudah dilakukan sebesar 80%, maka untuk PDB ini sendiri akan tumbuh di kisaran 3,53% atau sampai dengan angka 4,09% saja.

Tentu saja menurut Agus pada kondisi ini akan terjadi jika pergerakan dari manusia dan juga ekspektasi konsumsi Bergerak secara signifikan. Meskipun untuk prediksi yang dibuat oleh LIPI menjadi jauh lebih rendah yang dibuat oleh Pemerintah. Maka dalam hal ini Pemerintah juga harus bisa memberikan adanya berbagai macam stimulasi ke seluruh masyarakat, walau memang program dari vaksinasi ini telah berjalan. 

 

Prediksi Perekonomian untuk Indef 

Nyatanya disini Indef juga turut memprediksi adanya pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 3% di tahun 2021. Tauhid Ahmad selaku Direktur Indef berkata bahwa untuk pandemi corona ini bisa menghantui semua kelas, terutama sekali untuk kelas menengah dalam masalah konsumsi yang ada.. Dan dengan segala macam perkembangan Global maupun untuk domestiknya, tetap saja perkirakan perhitungan tersebut di tahun 2020 ini sebanyak -1,35% dan nantinya di tahun 2021 bisa mencapai 3% kata Tauhid Ahmad bulan 11 , Tanggal 23 tahun 2020 Senin di bulan lalu. 

Lalu lanjutnya, ada juga laju dari kredit perbankan yang diprediksinya hanya mencapai 5 hingga mencapai 6% dari prediksi normal 9 hingga mencapai 11% yang dikarenakan permintaan yang belum menyentuh angka normal. Selain itu dirinya juga menjelaskan bahwa, wajar saja jika Bank Indonesia kemarin ini sempat menurunkan suku bunga menjadi 3,75% bagi antisipasi penurunan laju Kredit, dan sekarang pertumbuhan yang ada di bawah 1% saja bahkan untuk Bulan September berarti kurang lebihnya 3 bulan lalu sebesar 0,28% dan harus bisa ditingkatkan nantinya. 

Inflasi pada tahun 2021 mendatang menurut adanya Proyeksi Indef ini bisa menyentuh angka 2,5% dari adanya angka normal sebesar 3% saja. Hal ini memang dikarenakan Program pemulihan ekonomi yang ada masih saja belum bisa terlaksana dengan sebaik mungkin dan adanya daya beli masyarakat bisa jauh masih terbataskan. 

Untuk artikel yang lebih jelasnya lagi dari ini, maka kalian bisa cek langsung di situs liputan6.com dnegan artikel yang terbit berjudul rangkuman atas prediksi ekonomi Indonesia di tahun 2021. Terima kasih dan sampai jumpa guys…